Pergilah

Pergilah, aku muak denganmu, kau tau aku tak suka, tapi kenapa kau malah hadirkan itu di depanku. 

Ego, janganlah kau hadir lagi, ayolah, kita kerja sama, kau pergi, aku muak denganmu.

Terkadang tingkahku aneh karena kehadiranmu, terkadang aku juga memanfaatkan kelemahan orang lain, dan itu aku tau tak baik

Tapi kenapa masih aku lakukan, aku pun tak tau, terkadang aku tersadar lalu tersenyum sepintas memandang dia, lalu aku ingat 

Separah apakah ketika kau hadir, aku lupa tak menjawabmu, aku juga tak mengusikmu, pertahanan ini terlalu rapuh buatku

Okelah kau pergi, terimakasih, tapi semua telah terjadi, kepercayaan telah tergoyahkan, komitmen dapat patah, karenamu, ego, pergilah.

“menang itu perlu, tapi jangan sendiri”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s